Air mata cinta, Jum'at 18 Maret 2011

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Rasanya tenang dan tentram sekali pikiran dan perasaan yang sebelumnya semrawut bak benang kusut.
Astaghfirullah…. Masya Alloh….. atas segala apa yang aku pikir dan rasa sebelumnya hingga konflik kecil tersebut terjadi antara aku dan dia.
Sungguh ya Rabb, dari hati yang paling dalam sebenernya daku ikhlas saja dan rela bila dilangkahi
Jodoh bukan matematika yang bisa dihitung secara pasti kapan datangnya dan dipastikan yang lebih tua lebih dulu mendapat jodoh.
Jodoh adalah rahasia Tuhan yang hanya Tuhan sendirilah yang tahu, manusia hanya menjalani saja.
Tenang aja dan nikmati hidup ini karena jodoh akan datang dengan sendirinya pada saat yang tepat. Semua akan menjadi indah pada waktunya.

(puisi ini...kutujukan buat adikku novita sari)
AIR MATA CINTA
Tangismu malam ini..yg kau ungkap lewat telpon di kejauhan sana.., begitu menyiksa bathinku..
tawamu dan kelakarmu hilang..seperti apa yg ku dapat slama ini..,
“Pulanglah..
lihatlah aku ..,”katamu..
“Datanglah.. berikan aku restumu..” itu pintamu..
Tak banyak kata yg mampu ku ucapkan tangiskupun tenggelam dan menyatu dgn tangisanmu..

“Jangan benci aku karna ini.., jangan hukum aku karna salah ku..,
aku ingin kau ada di sini.. itu katamu penuh harap..
Datanglah.. datanglah utk hari bahagiaku..”
Hingga di akhir ku tutup telpon tangismu terus mengiang ditelinga..

Malam ini disini.. dikesendirianku pada tepian malam..
Ingin ku hasratkan betapa aku rindu padamu, betapa aku ingin bersamamu..
ingin melihatmu duduk dipelaminan, bersanding dengan cintamu. Tapi aku tak mampu utk itu..
Tidak.., aku tidak marah ataupun benci padamu
Luka yg tergores biarlah kubawa, hati yg perih biarlah tetap jadi pengawal perjalananku..

Adikku..,
aku ikhlas menerima semua
Adikku.., tak ada yg lebih mengembirakan bagi ku, slain melihat kebahagiaan adiknya sendiri.. Ah.., adikku kecilku ternyata kini tlah dewasa, telahpun menemukan tautan hatinya yang kan menjadi imam dalam hidupnya. Tapi bagiku, kau tetap adik kecilku yang tentunya paling kusayangi.
Betapa aku menyesal tlh menghilangkan kesempatan utk dpt melihat pernikahanmu yg mungkin hanya ada skali dalam sejarah kehidupanmu.
Apa kamu pikir aku tidak kecewa..? Apa kamu pikir aku tidak sangat menyesal dgn semua itu..?

Adikku..,
hidup adalah teka teki, dan aku sedang menjalani salah satu dari teka-teki itu, dan biarkan waktu yang akan memberi jawabannya.
Adikku.., di penghujung malam..saat batas malam menjamah fajar.. ku tulis puisi utk hari bahagiamu dan berharap suatu saat kamu dapat melihat dan membacanya.

Ada hati yang teringat dalam janji cinta kepada Allah..
untuk slalu mengabdi dan menghiasi akhlaknya..
hati yang sepakat untuk saling tulus mencintai..
mendukung dan memelihara..
hati yang tak rela pada hadirnya amarah..
sebab tak hendak padamkan sinar kasih..
dari mata yang senantiasa memancarkan..
cahaya keikhlasan..

Selamat menempuh hidup baru adikku.., semoga kau bahagia slalu bersamanya.. Restu dan doa suciku kan snantiasa menyertai perjalanan kamu berdua. Maafkan aku yang tak bisa menjadi kk terbaik buatmu. Tapi kamu harus percaya, aku sangat menyayangimu. Tetaplah tertawa bahagia disana, walau disini aku harus menangis.

0 comments:

Post a Comment