RENUNGAN YANG AKAN MEMBUATMU KEMBALI TERSENYUM











Di saat kamu ingin melepaskan seseorang, ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
Di saat kamu mulai tidak mencintainya, ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya 
Di saat kamu mulai bosan dengannya, ingatlah selalu saat terindah bersamanya 
Di saat kamu ingin menduakannya, ingatlah bahwa dia selalu setia kepadamu 
Di saat kamu ingin membohonginya, ingatlah dia telah jujur kepadamu 

Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu 
Jangan sampai di saat dia sudah tidak lagi di sisimu,
kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu 

JIKA KAMU PERCAYA


Tulisan dalam balutan suasana pinggir hati yang hampir terjebur dan tenggelam dalam lautan emosi yang akan kuhilangkan dengan tinta rasa kehidupan yang selalu tak bisa tertebak. Dengarkan aku.. satu menit saja.. Jika kamu percaya... Kehidupan tak selalu memberikan pilihan terbaik, jalan terbaik, situasi yang baik dan kondisi yang baik pula. Kehidupan selalu menawarkan banyak pilihan. Kehidupan selalu memberi banyak situasi yang mungkin membuat jiwa-jiwa yang kita miliki ikut melemah. Jika kamu percaya.. Selalu ada kesempatan yang di tawarkan kehidupan untuk kita ambil. Kesempatan kedua selalu ada, kesempatan kedua akan hadir setelah kesempatan pertama kita lewatkan dan kesempatan kedua adalah kesempatan terbaik yang kita miliki.. Waktu memberi kita celah untuk berfikir kembali, waktu memberi kita ruang untuk memperbaiki diri.. Kurang begitu baikkah waktu untuk kehidupan yang kita miliki.. Jika kamu masih percaya.. Kehidupan selalu menunggumu untuk berubah, merubah dirimu sendiri, merubah cara berffikirmu, merubah bagaimana kamu harus bangkit, bagaimana kamu harus tahu jalan mana yang akan kamu ambil, dan bagaimana kamu harus tahu.. kehidupan itu memiliki banyak arti yang tidak mudah. Jika kamu ingin dan terus percaya.. Aku mempercayai kehidupan seperti aku percaya dengan kata hatiku. Ia tak akan memberikanku waktu dengan penuh kesia-siaan.. Jikalaupun waktu yang sudah kulewati adalah hanyalah sebuah kesia-siaan belaka.. Bukan karena kehidupan tidak memberiku kesempatan untuk jadi lebih baik dan percaya bahwa ia memberiku sesuatu yang baik.. Tapi aku, kita, kamu dan mereka siapapun yang hidup atas kehidupannya sendiri telah menyia-nyiakan waktu dan kehidupan yang di berika Allah atas semuanya.. Dan Kamu harus percaya.. Kamulah yang seharusnya merubah kehidupanmu sendiri.. Bukan kehidupan yang membutuhkan kebaikan atas dirimu, tapi dirimu sendirilah yang harus membuktikan kepada kehidupan bahwa kamu mampu menakhlukkannya dengan cara terbaik yang pernah di berikan oleh waktu kepadamu.. Karena kehidupan adalah waktu yang berjalan tanpa menunggumu untuk berubah, kecuali kamu sendirilah yang menginginkannya.

AKU MENCINTAINYA, KARENA-MU











Untuk dia yang melukis senyum-senyum kecilku.. 
Untuk dia yang membangun mimpi-mimpiku.. 
Untuknya yang membuat nafas ini selalu lebih berharga.. 
Untuknya yang mau mengertiku apa adanya.. 
Untukmu yang selalu menghidupkan keimananku..

Dalam ilalang liar menggoyangkan setiap pucuk bunganya..
Didalam sebuah rerumputan menunduk malu karena taqwanya.. 
Di dalam belaian-belaian angin yang melewati dan membaur dengan helaian jilbabnya..
Dan dalam rerintik hujan yang tak akan pernah melunturkan keanggunannya.. 
Sungguh Ya Allah.. Aku mencintainya.. Aku memikirkannya..
Dan Kumohon kepadaMu Untuk menghapusnya.. 
Karena kutak ingin, jika cinta ini hanya sentuhan nafsu belaka.. 

UNTUKMU YANG SELALU KU NANTI


م `*•Yaa Rabbi•*´¯)

Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღ Aamiin ya Rabbal'alamin. 
Jika lelah yang kurasa sekarang, aku yakin kau juga merasakannya. Lelah menantimu. Lelah menanti janji Allah untuk segera mempertemukan kita dalam kesempatan untuk menggenapkan separuh dari agama ini. Lelah… dan teramat lelah….!!!! Itulah yang sekarang kurasakan. 
Lelah untuk tetap menjaga hati dan iman ini. Lelah untuk istiqomah menanti hingga janji Allah tiba. Lelah untuk tetap tersenyum dalam menghadapi setiap pertanyaan.. 
 “Kapan menikah…..?” Di tengah kelelahan itu, izinkan aku sekedar melukiskan keluhan hati yang sulit terucap dengan lisan. Dan izinkan pula aku sedikit mengutip surat cinta dari Allah, sebagai kewajiban kita untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran… “ 
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga) (QS An-nur : 26) ” 
Alhamdullilah. Lega rasanya, bisa sedikit menyampaikan ini. Meski jika boleh sedikit jujur, kutulis petikan firman Allah itu hanya sekadar menghibur hatiku yang teramat lelah. Menghibur hatiku yang terkadang perih melihat kebahagiaan temanku atau bahkan yang usianya di bawahku telah mendapat izin Allah untuk melangsungkan pernikahan. 
Hatiku yang terkadang iri melihat temanku melahirkan anaknya dan terasa lengkap sudah dirinya diciptakan sebagai seorang perempuan. Yang telah berkesempatan untuk menjadi seorang ibu. Lelah…!!! Dan teramat lelah….!!!! Untuk sebuah penantian yang aku sendiri tidak tahu kapan berakhirnya. Selaksa doa yang terus terlantun seakan menjadi arang untuk mengobarkan asa. Sebuah harapan untuk segera menemui hari yang paling membahagiakan. Ya… Hari pernikahan. 
Hari dimana kita bisa menumpahkan segala rasa cinta yang ada dengan halal dan penuh ridha Allah. Sekilas, hatiku tersenyum kecil saat membayangkan hal itu. Tapi, senyum itu terpaksa harus ku tepis karena kenyataan saat ini masih jauh dengan sebuah harapan yang ada. Sebuah kenyataan ternyata kau belum ada di depanku. Belum datang untukku. Meski aku tahu, kau telah dipersiapkan Allah untukku. Aku tidak tahu kenapa sampai sekarang Allah belum mempertemukan aku denganmu. Padahal, doa dan usaha tak pernah berhenti menghiasi langkahku. Usaha untuk menyempurnakan ikhtiar dan doa untuk menggenapkan tawakal. Semuanya telah kulakukan. 
 Ya… tapi kembali lagi mau tidak mau aku harus berkompromi dengan semua ketetapan Allah. Meski aku telah meminta dengan sepenuh harap, Allah tidak akan pernah memberikan apa yang aku inginkan. Tapi Allah hanya memberikan apa yang aku butuhkan. Meski berulang kali hati kecilku mengatakan bahwa aku telah siap untuk menikah, Tapi, hanya Allah yang jauh lebih tau tentang kesiapan diriku daripada diriku sendiri. Telah berulang kali datang di hatiku orang yang kusangka dia adalah dirimu. Mencoba memasuki hati dan mencoba mengambil tempat yang kuperuntukkan untukmu. Tapi, berulang kali juga mereka harus keluar dan mengaku kalah karena berbagai sebab. 
Dan sekarang, ternyata aku masih menunggumu. Menunggu kedatangan seseorang yang aku sendiri belum tahu siapa dirimu. Jika aku mengucapkan satu kata. “MENUNGGU” Penantian yang aku sendiri juga belum tahu kapan berakhirnya. Sedangkan di sekitarku, telah banyak pemandangan indah yang kulihat. Ibu-ibu muda yang usianya di bawah umurku telah sempurna menjadi seorang perempuan dengan melahirkan buah hati mereka yang lucu-lucu. Kembali lagi hatiku harus menjerit dalam Tanya , “Kapan tiba waktunya untukku…..?” Menjalani hidup sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu rumah tangga dan menjalani fitrah seorang perempuan sebagai seorang “IBU” bagi buah hatiku.Selaksa doa dalam sujud harap tak pernah lekang di tiap sepertiga malam terakhirku. Mencoba mengadu pada tiap doa yang terlantun. Mencoba mengiba dalam tiap tangis yang terus membasahi sajadah. 
Dan Mencoba bertanya dalam heningnya istikharah. “Dimana dia ya Allah….???? Seorang laki-laki yang telah kau janjikan untukku. Seorang laki-laki sebagai penyempurna agamaku, penjaga ketaatanku sekaligus penggenap langkah dakwahku….?????? Jika hati ini mencoba mengeja setiap rencana Allah. Tapi satu keyakinan yang akan terus membuatku tersenyum di tengah hati yang semakin lelah. Janji Allah mungkin tidak datang dengan “SEGERA”. 
Tapi akan selalu datang dengan “PASTI”. Seperti apa yang telah Allah janjikan dalam surat An-Nur : 26. Sekarang, aku memang tidak tahu siapa dirimu dan dimana keberadaanmu. Tapi aku yakin, kau akan dipertemukan Allah denganku saat masing-masing kita telah baik di mata Allah. Jika aku menginginkan kau seorang yang baik dimata Allah, maka izinkanlah aku untuk selalu memperbaiki diriku dengan kebaikan sesuai ketentuan Allah. Jika aku menginginkan kau memberikan cintamu hanya untukku, maka izinkan mulai sekarang aku menjaga hati dan cinta ini hanya untukmu. Jika sekarang aku menginginkanmu menjaga akhlak dan pandanganmu untukku, maka, izinkanlah mulai sekarang aku menjaga akhlak dan pandanganku hanya untukmu. Sehingga, ketika telah tiba waktunya bagi Allah untuk mempertemukan kita, indahnya cinta yang terbingkai dengan syurga pernikahan akan menjadi penggenap separoh dari agama ini. 
Jika aku boleh jujur, penantian panjang ini layaknya malam yang semakin gelap dan pekat. Hanya cahaya iman dan sabar yang akan menjadi penerang. Tapi aku yakin, malam yang semakin gelap dan pekat itu, tidak akan berlangsung selamanya. Karena semakin waktu berangkat jauh membawa gelapnya malam, semakin dekat pula waktu menuju pagi dengan sambutan mentari yang cerah. Ya… di saat pagi itulah Allah akan mempertemukan kita sesuai janji-Nya. Pagi yang cerah dengan sapaan mentari yang ramah. Bersama kidung cinta yang akan terus terlantun membawa nyanyian syurga yang Allah turunkan untuk kita. Gerbang pernikahan yang indah dengan hiasan bunga ridha dan restu dari Allah. Insya Allah akhi… Waktu itu pasti akan datang bersama izin dari Allah. Entah kapan, aku sendiri juga belum tahu. Biarkan Allah yang merenda ini dengan indah. Antara harapan dan kenyataan, ada jarak dan waktu. Jarak itu bisa satu centimeter, bisa juga satu kilometer. Atau bahkan lebih. Waktu itu bisa satu hari atau bisa juga satu tahun. Atau bahkan lebih. Dan di dalam jarak dan waktu itulah, kita isi dengan kesabaran dan doa. Sabar bukan berarti diam. Sabar bukan berarti pasiv. Sabar bukan berarti hanya duduk menunggu. Tapi sabar adalah ekspresi usaha tanpa henti. Ayunan langkah kaki untuk terus berikhtiar meraih apa yang Allah janjikan. Jodoh memang mutlak kekuasaan Allah. Jodoh memang ada di tangan Allah. Tapi, kalau kita tidak berusaha menjemputnya, akan terus di tangan Allah. Tidak akan pernah sampai di tangan kita. Biarkan aku mencoba menjemputmu dengan memperbaiki diri. Biarkan aku menantimu dengan memperbaiki iman. Biarkan aku menunggumu dengan terus melangkahkan kaki semampuku dalam usaha dan ikhtiar. Akhi…. Di tengah lelahnya hati ini, izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang tak pernah surut. Meski kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap di hati. Aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan pada Allah. Karena, menyandarkan harapan pada manusia hanya akan menemui kekecewaan. Biarkan penantian yang aku sendiri belum tahu kapan berakhirnya ini menjadi ladang ibadah yang disediakan Allah untukku. Dan orang2 yang sedang menanti sepertiku..Terus perbaiki diri 
akhi…Aku masih setia menantimu.... 

KETIKA HATI WANITA TERSAKITI ,,


Bismillaahirrahmaanirrahiim...  
Tak banyak lelaki tahu bagaimana keadaan Hati wanita ketika bersedih... Wanita marah bukan berarti ia pemarah, Melainkan hatinya tengah terluka. Wanita yang cenderung diam bukan berarti ia egois dan cuek atau acuh tak acuh melainkan diam lebih baik darinya. Ketika Hati wanita tersakiti.. Mungkin susah di gambarkan dengan apapun, Namun hancurnya hati wanita ketika tersakiti lebih dari sekedar gelas yang terjatuh dari atas menara "Prakk". Ketika hati wanita tersakiti.. Tak banyak yang dapat ia lakukan.. Yang ia tahu hanyalah setetes air mata membasahi pipinya.. Yang ia tahu hanyalah dadanya terasa sesak.. Yang ia tahu hanyalah Sebuah tanda Cinta_Nya. Jika kau ingin mengenggamnya maka genggamlah dengan halus, Jika kau ingin melepaskannya maka lepaskanlah dengan perlahan, Kerana ia adalah makhluk yang sangat rapuh.. Jika diibaratkan kaca, Maka jangan terlalu kasar membersihkannya, Kerana ia akan menjadi buram. Jika kau meletakannya jangan kau banting, Kerana ia akan pecah begitupun hati wanita.


JODOHKU TAK AKAN TERTUKAR


Jodohku tak akan tertukar dia tidak akan datang cepat2 sehingga membuatku gelisah dia juga tidak akan datang terlambat sampai aku cemas tapii.. dia akan datang menjemputku, saat jiwa dan raga kami siap ~ kalo dipikir, betul juga yaaa.. selama ini kita slalu memikirkan "siapa sih jodoh kita?" "apa dia org yg slama ini aku kenal, atau jangan2 kami blum pernah saling mengenal, karena takdir belum mempertemukan kami?" dan banyak lah pikiran2 lain yg ada d otak kita hahahah.. betul ga??betul ga?? hmmm..mungkin kita ga tau yaa dengan siapa kita berjodoh mungkin aja dengan orang yg kita benci mungkin aja dengan orang yang berbeda ras atau bahkan berbeda kewarganegaraan kita ga tau kan?? itu semua misteri Ilahi dan smua itu sudah d takdirkan sama ALLAH yang pasti.. Dia tidak akan mengirimkan jodoh kepada kita d saat jiwa dan raga kita blum siap maksudnya gini saat hidup kita sudah berjalan baik, tidak terjadi kekacauan d mana2, sukses dalam karir, punya kerja yg mapan, taat beribadah, tidak ada rasa sakit hati atau patah hati dan merasa hidup kita sudah perfect sampai2 tidak berfikir tentang mendapatkan pendamping hidup naahh.. saat itulah ALLAH akan mengirimkan Jodohnya untuk kita DIA tak akan mengirimkannya d saat hidup kita kacau ga karuan tapii.. Dia akan mengirimkannya d saat kondisi kita sudah baik DIA mengirimkannya d saat kondisi kita sudah baik maksudnya untuk melengkapi kehidupan kita yg sudah baik agar menjadi lebih lengkap Sooo... meskipun masih terkadang kurang percaya tapii.. aku berusaha percaya kalauuuu.. Jodohku tak akan Tertukar hahhaha..


Mari Berdamai dengan Hati :)

Bagaimana ada seseorang yang sudah menyakiti hati kamu begitu dalam? Bagaimana orang yang begitu kau kagumimu mengecewakanmu? Bagaimana jika ada seseorang yang tlah menikam kamu dari belakang? (misal sahabat?) Bagaimana jika kekasih kamu mengkhianati kamu? Bagaimana jika kamu tahu dia t’lah menyakiti kamu lahir batin? Bagaimana jika kamu direndahkan dan diinjak-injak? Mudahkah kamu memaafkan dia? dia? dia? atau mereka? Sulit… pastinya sangat sulit. Bahkan yang ada rasa benci dan dendam…..Trauma Memaafkan? Urutan terakhir yg diinget dech.. hehehe… dan aku bilang, itu manusiawi sekali. Namun, apakah perlu begitu? Apa untungnya kita membenci dan dendam? Nggak ada…. Tak ada untungnya sama sekali. Bisakah hati yang membenci mengeluarkan aroma yang harum? Bisakah hati yang mendendam mengeluarkan aroma yang positif? Bisakan dalam keadaan begitu kita berpikir jernih dan netral? Takkan bisa sama sekali… Bahkan, saat hati kita menyimpan rasa benci dan dendam, maka aura yang kita pancarkan kan brasa tak enak. Kita tak bisa mengundang aura positif ke dalam hati dan tubuh kita. Kita tak bisa mengundang Asma Allah/Tuhan ke dalam diri kita. Karenanya…. maafkan dia .. sejahat apapun dia. Karena tak ada untungnya buat diri sendiri tuk mendendam dan membenci Musuhmu pun tak rugi / tak untung apapun jika kamu membencinya. Katakan Aku Memaafkan Kamu dengan hati yang rela. Maka kamu sebenarnya t’lah menang atas musuhmu dan mendapat pahala yang sangat besar. Dan hatimu serta hidupmu kan adem dan tenang. *Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai. Menanam kebaikan dan belas kasih, menuai kebaikan dan aura positif Menanam kebencian dan dendam, menuai kebusukan dan aura yang negatif*

" UNTUK YANG LAGI GELISAH HATI "


♥ Bismillahirrahmaanirrahim ♥ 


Adakah di antara kita saat ini yang sedang bersedih karena seseorang? 
Adakah di antara kita saat ini yang sedang kecewa karena seseorang? 
Adakah di antara kita saat ini yang sedang membenci seseorang? 
Adakah di antara kita saat ini yang sedang kesal kepada seseorang? Adakah di antara kita saat ini yang sedang marah kepada seseorang? 
Atau... Adakah di antara kita saat ini yang sedang resah karena tengah menyukai seseorang? 
Adakah di antara kita saat ini yang sedang jatuh cinta kepada seseorang dan ingin menjadikan dia sebagai pasangan hidup untuk selamanya? 
Usahlah terlalu khawatir. Usahlah terlalu resah. Usahlah terlalu gelisah. 
Sesungguhnya hati manusia itu siapa yang memiliki? Jawabannya adalah Allah. 
Sesungguhnya siapakah yang mampu MEMBOLAK-BALIKKAN hati manusia? Jawabannya Allah juga. 
Bukan yang lain. Jadi... Mulai sekarang... Berdoalah kepada Allah subhanahu wa ta'ala Mohonlah apa yang kita mau. 
Pintalah seseorang yang telah menyakitimu bisa membuatmu tersenyum kembali. 
Pintalah seseorang yang kita harapkan agar mempunyai rasa yang sama dengan yang kita rasakan. 
Dan pada akhirnya pintalah dia agar menjadi pendamping hidupmu.... :)

Aku Ingin Meraih Surga Bersamamu :)

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته 
Memakai jilbab, untuk saat ini dan di negara ini, bukanlah berarti sebuah pengilmuan akan agama. Dulu aku pernah beranggapan bahwa seorang yang memakai jilbab adalah orang yang akan berusaha mempertahankan jilbabnya disebabkan proses pemakaian jilbab itu sendiri membutuhkan pergulatan di hati yang membuncah-buncah dan penuh derai air mata. 
Tapi sayangnya, makin bertambah usiaku, maka berubah pula anggapan itu disebabkan berbagai kenyataan yang kutemui. Aku baru menyadari ada sebagian wanita yang menggunakan jilbab hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari ‘aturan’ itu, maka lepas pula jilbab yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar kepala dan dada mereka. 
Sebagian lagi, memakai jilbab karena pada saat itu, jilbab terasa pas untuk dipakai dan lebih menimbulkan kesan ‘gaya’ dan kereligiusan agama. Apalagi jika diberi pernak-pernik di sana-sini. Jilbab yang seharusnya menutup keindahan wanita tersebut malah justru menambah keindahan itu sendiri. Ditambah lagi kesan agamis yang terasa nyaman di hati. Aku juga pernah berpikir dan bertanya-tanya, bahwa orang-orang memakai cadar dan berjilbab lebar apakah tidak kepanasan dengan seluruh atributnya? Apakah tidak repot jika hendak keluar dimana mereka harus memakai seluruh kain panjang tersebut? Mulai dari baju, jilbab yang lebar, masih harus ditambah memakai kaus kaki! Ah! Dan di balik jilbab itu, ternyata masih ada jilbab lagi! Dan… apakah mereka bisa melihat dari balik cadar yang menutup matanya? Untuk yang satu ini, waktu tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan itu. Karena butuh pengetahuan lain yang merasuk ke dalam hati untuk mendapatkan jawabannya. Pengetahuan akan indahnya Islam dengan segala pengaturan yang diberikan oleh Allah. 
Pengetahuan akan surga yang begitu indah dan damai dengan segala kenikmatannya. Pengetahuan bahwa surga tidak akan tercium oleh wanita yang mengumbar-umbar aurat di depan khalayak. Pengetahuan bahwa penghuni neraka yang paling banyak adalah wanita. Ternyata kerepotan itu bukanlah kerepotan, melainkan sebuah usaha. Usaha dari seorang wanita muslimah untuk menggapai surga-Nya. Untuk bersanding dengan suaminya ditemani dengan bidadari cantik lainnya. Panas dari jilbab itu bukanlah rasa panas yang menyesakkan pikiran dan dada. Akan tetapi hanya sepercik penguji jiwa yang dapat meluruhkan dosa-dosa kecil dari seorang insan wanita. 
Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa setiap kesusahan yang dialami muslim merupakan peluruh bagi dosa-dosanya. Maka… hatiku kini pedih… Ketika kemarin melihat saudariku yang lain, seiring dengan berjalannya waktu, kini telah membuka jilbabnya. Sempat kutanyakan, “Di mana jilbabnya?” Ia menjawab, “Tidak sempat kupakai.” Aih… waktu kutanyakan itu, memang pada saat dimana orang-orang sibuk menyelamatkan dirinya dikarenakan bencana alam. Aku hanya terdiam mendengar jawaban itu. Ah… mungkin karena sangat terkejutnya sehingga tidak sempat berbalik lagi untuk mengambil jilbab. Tapi hari ini… kutemukan dia sudah menanggalkan jilbabnya. Bahkan tak tersisa sedikitpun jejak bahwa ia pernah memakai jilbab. Kini ia telah bercelana pendek dengan pakaian yang pendek pula. Sesak rasanya dada ini. Tetapi belum ada daya dari diriku untuk bertanya lagi tentang sebuah kain yang menutupi kepala dan dadanya. Masih tersisa di benakku, jika seseorang yang menggunakan jilbab melepas jilbabnya… maka habislah sudah… karena perenungan dan pergulatan hati itu kini telah dikalahkan oleh hawa nafsu. 
Perenungan yang pernah mendapatkan kemenangan dengan dikenakannya jilbab itu kini justru bahkan tak mau diingat. Hanya kepada Allah-lah aku mengadu dan memohonkan hidayah itu agar tetap ada bersamaku dan kembali ditunjukkan kepadanya. Saudariku… kuingin meraih surga bersamamu. Maka, saat ini aku hanya bisa berdoa. Semoga kita bertemu di surga kelak… Insya Allah.