Untuk
dia yang melukis senyum-senyum kecilku..
Untuk
dia yang membangun mimpi-mimpiku..
Untuknya
yang membuat nafas ini selalu lebih berharga..
Untuknya
yang mau mengertiku apa adanya..
Untukmu
yang selalu menghidupkan keimananku..
Dalam
ilalang liar menggoyangkan setiap pucuk bunganya..
Didalam
sebuah rerumputan menunduk malu karena taqwanya..
Di
dalam belaian-belaian angin yang melewati dan membaur dengan helaian
jilbabnya..
Dan
dalam rerintik hujan yang tak akan pernah melunturkan keanggunannya..
Sungguh
Ya Allah.. Aku mencintainya.. Aku memikirkannya..
Dan
Kumohon kepadaMu Untuk menghapusnya..
Dan
pada rembulan malam..
Pada
gemerlapan Bintang yang tak pernah temaram..
Kutitipkan
semuanya.. Hingga pagi menjelma menjadi butiran rasa yang hangus tanpa jejak..
Hilang
tanpa bercak.. Kembali dalam aturan yang tercetak..
Pernikahan
dalam Cinta yang ta pernah tampak..
Sungguh
cinta dalam hatilah yang hanya ingin kujaga hingga jantung ini tak mampu lagi
berdetak.. Cinta karenaMu, ya Allah.. Cinta hanya Karena-Mu..
Jika
saya tidak mampu menahannya..
Biarkan
kata dan tulisan yang akan mewakilinya..
Jika
saya tidak mampu membendung betapa rasa ingin kutepis..
Biarlah
hati ini selalu bersembunyi di dalam penjaranya sendiri..
Penjara
yang tak akan pernah diketahui oleh siapapun..
Penjara
hati yang tidak akan diketuk oleh siapapun..
Jika
saya yang dulu selalu berfikir, bagaimana saya akan mendapatkan jodoh?
Bagaimana
jodoh saya, Seperti apa dia, dan saya menginginkan orang tertentu dalam hidup
saya.
Itu
adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal.
Karena,
Jodoh tidak akan lari kemana-mana, Seperti apa (keimanan) Kita kepada Allah,
seperti
itulah jodoh yang InsyaAllah Allah sediakan untuk kita.
Saya
yang dahulu juga selalu melihat orang ini baik, orang ini oke, orang ini
ganteng, orang ini keren, orang ini smart, orang ini sholeh dan orang ini itu,
yang ini dan yang itu semuanya selalu terbesit dalam fikiran yang selalu
membuat saya 'sibuk'. Sibuk mikirin jodoh tapi enggak sibuk bermuhasabah diri.
Lalu mana bisa kita dapet jodoh yang ok, keren, sholeh kalau kesibukan kita
hanya mikirin hal yang 'gak penting'.
Dengan
tanpa sadar, saya juga meragukan Allah atas jodoh saya.
Ah
sekarang mah.. Bodo amat, Saya dulu tu wajib banget ngecek Fb si ini,
FB si
Itu, FB si A, Twitter si C, Blog si D,akhirnya
kesibukan saya ya hanya itu-itu saja, saya tidak meluangkan waktu saya untuk
bermuhasabah diri.
Allah...
Alhamdulillah... 'kesibukan' itu hanya membuat saya belajar untuk tau.
Kalau
ada yang gitu-gitu sekarang, saya hanya berdecak ' Wessss tauuuu...
gak
usah pamer karo aku haha..'
Saya
hanya, selalu ingin lebih, lebih, lebih dan lebih bersyukur atas apa yang saya
rasakan sekarang.
Yuk..
Ganti kesibukan yang 'gak penting' seperti itu jadi 'sibuk' Bermuhasabah diri,
dan memantaskan diri untuk dia yang kita inginkan. Semakin besar kita
menginginkan sesuatu, sebesar itu pula kita harus mengusahakannya ada dalam
diri kita sendiri terlebih dahulu. Menjaga perasaan ayah ibu, dan berusaha
lebih baik bersikap kepada orang lain tanpa menyakiti siapapun. Semua, berawal
dari diri sendiri, Dari dalam hati sendiri, Percayalah :). Doa Pribadi, Ya
Allah.. Saya ingin menjadi seorang Akhwat yang benar-benar mampu menjaga diri,
menjaga lisan, menjaga bahasa. Hal yang sampai sekarang belum juga terbaiki
secara sempurna. saya ingin menganti kesibukan saya yang tidak berguna dengan
menyibukkan diri belajar ilmuMu, menyibukkan diri dengan membca Al-Qur'anMu, menyibukkan
diri untuk selalu lebih baik. AAMIIN





0 comments:
Post a Comment